(Renungan) Masa Lalu, Biarlah Masa Lalu

Melupakan masa lalu sepenuhnya memang tidak mungkin, karena ada keinginan pula untuk mengenang masa lalu sebagai peringatan, meski pahit dan kejam sekalipun; namun untuk melepaskannya tak jarang pula ada keengganan sehingga langkah maju menjadi berat dan penuh ketakutan.

Masa Lalu, Biarlah Masa Lalu

Lupakanlah masa lalu. Besok pagi adalah sebuah hari baru. Hari baru, harapan baru, dan kehidupan baru.

Masa Lalu, Biarlah Masa Lalu

Masa lalu, biarlah masa lalu, jangan dijadikan masa kini dan masa depan. Kalau masa lalu kelam dan penuh dengan derita, akhirilah dengan hari ini sebagai hari baru, harapan baru, dan kehidupan baru. Jangan membawa beban masa lalu untuk melangkah maju; tinggalkan hal-hal yang tidak perlu agar melaju secara baru.

Orientasi ada di depan, bukan di belakang, harapan ada dihadapan dan merentang kita untuk datang, bukan mundur ke belakang.

Hari baru, harapan baru, kehidupan baru adalah keputusan dan perbaikan untuk memeluk masa depan; kembali pada masa lalu merupakan penderitaan, penuh kepedihan dan luka dan itu hanya perlu kita sadari sebagai titik permulaan, telah dilewati dan kadang dikenang meski tidak begitu menyenangkan.

Masa lalu membelenggu kemajuan dengan dalih kemapanan dan ketakutan akan perubahan, memalsukan masa depan dengan keragu-raguan agar tidak ditinggalkan.

Harapan baru, hari baru, kehidupan baru, bukanlah ratapan atas masa lalu yang suram, tetapi kepastian dan keyakinan akan suatu perubahan, bukan kenyamanan derita masa silam tetapi penghayatan akan kehidupan dalam keadaan zaman.

Jangan narsis! Masa lalu, biarlah masa lalu; jangan diratapi tetapi keinginan masih mau kembali. ltu menghalangi.

Mari kita hidup di hari ini, masa ini, menaruh harap pada esok pagi bukan hari-hari yang telah dilalui. Waktu berjalan maju,jangan mundur. Masa lalu, biarlah masa lalu.

Hari ini tanamkan kepercayaan diri, “Today I will walk with my hand in God”. Hari ini aku kan berjalan dalam Tuhan menatap masa depanku, bukan pada bayang masa silam.

Masa lalu, biarlah masa lalu. Mukjizat hari adalah hari ini, mukjizat terjadi adalah di sini, kalau tidak ada kesiapan dan keyakinan ini, pasti esok ratapan lagi yang akan terjadi. Namun ingat, untuk Sebuah Renungan Masa Tua

 

Masa Lalu, Biarlah Masa Lalu – Lentera Renungan

Recommended For You

About the Author: Lentera Bijak

Seperti Lentera meski sinarnya redup namun bisa memberi secercah cahaya di kegelapan