Sahabat Sejati Bukan Bayangan (Lentera Kehidupan)

Perjalanan hidup Kurniawan, General Manager Blue Bird Area Surabaya, yang naik turun, membuat dirinya memahami tentang arti persahabatan sejati. Petik pelajaran dari kisah hidup Kurniawan yang telah disampaikan di titik nol Suara Surabaya.

Sahabat Sejati Bukan Bayangan (Renungan)

Sahabat Sejati Bukan Bayangan

Kurniawan dilahirkan dari sebuah keluarga yang sederhana namun dia beruntung karena bisa menempuh pendidikan di Universitas Gajah Mada bahkan 2 tahun kemudian bisa mengambil fakultas yang lain di universitas yang sama.

Pada tahun 1996  Kurniawan bisa menyelesaikan kuliah dan sebelum lulus dia sudah diterima bekerja di sebuah perusahaan agribisnis di Medan milik seorang jenderal purnawirawan yang jadi pengusaha. Kurniawan bahkan rela tidak ikut wisuda karena tuntutan dari pekerjaan.

2 tahun kemudian, saat Kurniawan berumur 26 tahun, dia diberi kepercayaan sebagai wakil pimpinan proyek untuk mengembangkan perusahaan di Kalimantan.

Pada saat itu Kurniawan merasa karirnya cukup baik, bahkan di luar perusahaan tempat bekerja, Kurniawan memiliki usaha pengolahan kayu dan mengembangkan usaha lain, agar dia bisa menggapai mimpi dan ternyata bisa meraihnya lebih cepat dari apa yang dibayangkan.

Di saat usia semuda itu, Kurniawan bisa meraih mimpi-mimpi dan memberikan kelimpahan materi dan kesuksesan yang begitu cepat, namun materi yang melimpah dan sukses yang cepat tanpa kematangan sikap mental hanya akan menghasilkan sebuah kehancuran.

Saat itu teman-teman Kurniawan banyak, kapan pun diminta mereka akan datang untuk menemani menikmati keberhasilannya.

Namun ada beberapa teman Kurniawan yang memberikan nasehat, mengingatkan, tetapi Kurniawan tidak menghiraukannya dan dianggap mereka adalah orang-orang yang iri hati dengan apa yang dia raih, bahkan sempat membencinya.

Namun kehidupan berubah dalam waktu yang begitu cepat. Usaha Kurniawan mengalami kebangkrutan karena kepercayaan yang diberikan kepada orang-orang terdekat tidak dijalankan dengan sebaik-baiknya. Mereka menghabiskan semua aset-aset yang Kurniawan miliki.

Benar-benar merasa sangat terpukul dan sedih, bahkan Kurniawan akhirnya mengundurkan diri dari perusahaan tempat bekerja sebagai bentuk komitmennya.

Kurniawan merasa semuanya berakhir sudah karena mengalami keterpurukan secara materi dan mental. Kurniawan merasa benar-benar berputus asa.

Sahabat sejati bukanlah seperti bayangan

Tetapi sesungguhnya yang paling membuat sedih adalah teman-teman yang dulu ada di sekitarnya, mereka menjauh dari Kurniawan. Seolah-olah tidak kenal, tidak peduli, apalagi mau membantu kesulitan yang dihadapi.

Kurniawan merasa Tuhan benar-benar menghukum.

Tapi di saat terpuruk beberapa orang teman yang selama ini dibenci dan dilupakan karena sering mengkritik, ternyata datang kepada Kurniawan untuk memberikan spirit dan motivasi agar segera bisa bangkit lagi.

Pada akhirnya Kurniawan mengerti arti sebuah persahabatan sejati.

Sahabat sejati bukanlah seperti bayangan yang hadir saat terang benderang tetapi menghilang di saat kegelapan. Kurniawan

Temukan tentang Kata-kata Mutiara Arti Sahabat Sejati

Sumber: Titik Nol www.suarasurabaya.net

 

Sahabat Sejati Bukan Bayangan – Lentera Kehidupan

Loading...

About the Author: Lentera Bijak

Seperti Lentera meski sinarnya redup namun bisa memberi secercah cahaya di kegelapan